Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Ternak Ikan Lele untuk Bisnis, Bisa Diterapkan Dimana Saja

Bisnis ikan lele mampu memberikan hasil yang menjanjikan jika dikelola dan dikembangkan dengan baik. Hal tersebut didukung oleh konsumsi masyarakat Indonesia terhadap ikan lele yang terbilang cukup tinggi. Jika Anda tertarik untuk menggeluti bisnis ini, berikut adalah cara ternak ikan lele yang tepat.

Mempersiapkan Modal dan Lahan

Tahap pertama yang harus Anda siapkan ketika memulai berbisnis ikan lele adalah menyiapkan modal dan lahan. Modal dan luas lahan untuk kolam bisa disesuaikan dengan rancangan bisnis yang telah Anda buat sebelumnya. 

Kolam lele dapat dibagi menjadi beberapa bagian di antaranya sebagai media pembibitan, peremajaan, dan perkembangbiakan. Anda bisa membuat kolam dari bambu atau terpal dan kolam galian di tanah (bisa dilapisi dengan plastik/terpal atau tidak ada pelapisan).

Kisaran biaya untuk pembuatan kolam bisa mencapai Rp. 500 ribu hingga Rp. 1 Juta. Kecil dan besarnya pengeluaran sesuai dengan luas lahan dan kualitas bahan yang dipilih. 

Sedangkan anggaran untuk satu bibit ekor lele diharga Rp. 250. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sebanyak Rp. 250 ribu untuk 1000 bibitnya. Lalu, nggaran untuk pakan, vitamin, serta obat selama perawatan ikan lele kisaran Rp. 250 ribu hingga Rp. 600 ribu.

Membuat Kolam

Setelah merancang anggaran untuk bisnis ikan lele secara matang dan sesuai target, cara ternak ikan lele yang berikutnya adalah menyiapkan kolam. Umumnya, kolam ikan lele berbentuk kotak (persegi maupun persegi panjang).

Hal tersebut dapat Anda sesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Langkah yang pertama adalah menggali tanah untuk bakal kolam. Kedalaman kolam bisa disesuaikan. Setelah kolam tergali, Anda bisa memasangkan terpal sebagai pelapis kolam.

Jika Anda masih bingung menentukan ukuran kolam agar bisa optimal saat pembudidayaan ikan lele, bisa menggunakan ukuran kolam untuk kapasitas bibit 500 ekor dengan 3 X 2 meter persegi. Sedangkan untuk 1000 ekor bibit, Anda bisa menggunakan kolam dengan ukuran 5 x 2 meter persegi.

Mengisi Kolam dengan Air

Isi kolam yang telah Anda buat dengan air hingga penuh dan diamkan selama satu bulan. Hal tersebut bertujuan untuk menumbuhkan fitoplankton dan lumut. 

Setelah makanan alami ikan telah tersedia, Anda bisa memasukkan bibit-bibit lele. Selain itu, suhu air juga harus dijaga dalam rentang 20 hingga 28 oC.

Tambahkan eceng gondok untuk mengurangi polusi akibat bahan beracun dalam kolam. Anda bisa membersihkan kolam 2 bulan sekali. Cara ternak ikan lele dengan treatment ini bertujuan untuk mencegah semua ikan lele terpapar sumber penyakit.

Memilih Bibit Ikan Lele

Anda bisa membeli bibit ikan lele yang memiliki ciri-ciri warna kulit yang lebih terang, tidak cacat atau luka, bebas dari jamur atau sumber penyakit lain, serta gerakannya cukup gesit dan agresif ketika diberikan makanan.

Bibit lele yang direkomendasikan untuk Anda adalah bibit unggul dengan usia 2 minggu dan panjang tubuh 7 hingga 9 cm.

Memberi Nutrisi

Anda bisa memberikan pakan dengan kandungan gizi yang memenuhi untuk ikan lele sebanyak 3 x dalam sehari (pagi, sore, dan malam). Berikan pakan sesuai dengan porsinya agar tidak menimbulkan penyakit. Berikan juga vitamin jika diperlukan.

Menyeleksi Ikan

Selanjutnya, pisahkan ikan berdasarkan ukuran tubuhnya ketika usianya 20 hari, karena ikan lele termasuk sebagai hewan kanibal. Hal penting lain dalam cara ternak ikan lele yakni perawatan air dan kolam, serta pemberian pakan.