Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Rencana Produksi Lengkap dengan Panduannya

Contoh rencana produksi merupakan strategi yang digunakan oleh perusahaan manufaktur untuk menghasilkan barang atau jasa. Perencanaan produksi digunakan untuk memastikan kapasitas, kuantitas, dan bahan yang diperlukan. Simak ulasan berikut mengenai contoh perencanaan produksi.

Tahapan Perencanaan Produksi

Perencanaan produksi dibagi menjadi beberapa tahapan agar kegiatan operasional di perusahaan manufaktur dapat berjalan sesuai rencana, baik dalam sei kualtas maupun kuantitas. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai tiga tahapan utama pembuatan rencana produksi.

Menyusun Alur Kerja (Routing)

Tahapan rencana produksi pertama adalah routing atau penyusunan alur kerja berupa urutan langkah pengerjaan produk. Pada tahapan ini juga terdapat informasi sepurtar linimasa perusahaan, supply bahan baku, staf karyawan,operasional kerja, alat produksi, dan kuantitas mesin.

Manfaat dari penyusunan alur kerja adalah untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan proses produksi dengan lancar. Routing sendiri setidaknya terdiri dari empat proses, yaitu penentuan produk, cara memproduksi, kapasitas, dan tempat pengolahan.

Selain itu, routing juga bisa digunakan untuk menyusun rincian alur kerja mulai dari proses mengubah bahan mentah menjadi produk jadi secara teratur. Susunan alur kerja atau routing ini berguna untuk menegetahui rencana efisien, sehingga bisa mengoptimalkan tenaga kerja dan bahan baku

Penjadwalan (Scheduling)

Dalam contoh rencana produksi juga terdapat komponen penjadwalan atau scheduling agar setiap prosesnya efisien. pada bagian ini terdapat informasi mengenai jumlah dan jadwal pekerjaan yang akan menjadi dasar penyusunan skala prioritas dalam produksi agar tidak satupun tahapan terlewatkan.

Scheduling berguna untuk menentukan manakah pekerjaan yang harus didahulukan dan pertimbangan waktnya. Selain itu, dalam tahapan ini juga harus direncanakan waktu cadangan guna mengantisipasi apabila nantinya ada hal tak terduga ketika proses produksi.

Waktu cadangan akan dibagi ke setiap pos kerja guna membantu proses produksi lebih terkontrol. Pembuatan jadwal juga harus disesuaikan dengan keadaan sebenarnya agar tidak ada waktu terbuang atau pekerjaan yang saling bertumpuk.

Pemindahan Tanggung Jawab pada Staf Operasional (Dispatching)

Satu lagi tahapan dalam contoh rencana produksi, yaitu pemindahan tanggung jawab pada staf operasioal atau dispatching. Tahap ketiga ini biasa disebut dengan implementasi dari perencanaan alur kerja dan pendajwalan agar semua prosesnya bisa terpantau dengan baik.

Petugas departemen ini memiliki tanggung jawab berupa instruksi, infrastruktur penunjang, peraturan, dan bagan proses kerja. Tak hanya itu saja, ada juga lamiran berupa memo atau catatan sebagai pengingat tambahan bagi karyawan yang berkaitan langsung dengan proses produksi.

Bagian ini berperan penting karena juga bertugas untuk memantau proses produksi agar hasilnya bisa sesuai target. Dispatching juga memiliki fungsi kontrol atau pengawasan dalam pelaksanaan alur kerja. Pengawas harus bisa mengambil keputusan apabila nantinya ada proses yang tidak sesuai rencana.

Tujuan Rencana Produksi

Perencanaan produksi memiliki tujuan agar perusahaan dapat mengidentifikasi isu, memantau proses pembuatan barang, mengirim produk tepat waktu, dan menghindari masalah. Selain itu, rencana produksi juga akan membantu perusahaan untuk memperoleh informasi terkini seputar persediaan.

Berdasarkan pada contoh rencana produksi beserta tahapannya, proses ini bermanfaat untuk meminimalisir prmborosan penggunan bahan produksi. Selain itu, renacana produksi berguna untuk memastikan bahwa bahan baku, sumber daya, dan peralatan digunakan secara efisien.

Pembuatan rencana produksi dengan baik akan membantu perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi secara signifikan. Produk berkualitas ini bertujuan untuk memberikan kepuasan pada konsumen secara konsisten dengan pembuatan rencana produksi sebaik mungkin.