Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Contoh Industri Jasa Keuangan Secara Garis Besar

Menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan), industri jasa keuangan adalah kumpulan perusahaan, lembaga, atau institusi dan pendukungnya yang bergerak di bidang jasa keuangan. Contoh industri jasa keuangan secara umum mencakup 3 macam, yaitu industri perbankan, non-bank, dan pasar modal.

Industri jasa keuangan menjadi pilar ekonomi nasional. Manfaatnya yaitu untuk mengelola segala jenis transaksi. Semua prosesnya juga diawasi oleh OJK sebagai pengawas. Berikut ini adalah penjelasan tentang 3 jenis industri jasa keuangan beserta kelebihannya.

Industri Jasa Keuangan Perbankan

Industri perbankan menjadi salah satu contoh industri jasa keuangan yang banyak dijumpai. Perbankan adalah semua hal yang berkaitan dengan bank, seperti struktur kelembagaan hingga seluruh proses pelaksanaan usahanya. 

Sistem kerja yang diterapkan yaitu menggunakan sistem kerja bank. Hal itu mulai dari pengelolaan dana, uang tunai, dan kredit. Contoh industri perbankan yang sudah berdiri antara lain BPR (Badan Perkreditan Rakyat), BPD (Badan Pembangunan Daerah), BUS (Bank Umum Syariah), dan bank-bank lainnya.

Kelebihan

Salah satu manfaat utama perbankan yaitu untuk memudahkan para nasabah melakukan transaksi dan investasi dengan aman. Bank juga menyediakan layanan peminjaman yang bisa digunakan masyarakat untuk meminjam modal dalam jumlah tertentu. 

Keunggulan industri perbankan yaitu legalitasnya jelas dan semua prosesnya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai badan pengawas keuangan nasional. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan ketidakamanan tertentu. 

Kekurangan 

Di sisi lain, ada juga kekurangan dari industri perbankan. Salah satunya adalah proses pengajuan yang cukup rumit dan detail serta pengenaan bunga bank. Nasabah akan diminta jaminan tertentu jika ingin meminjam uang. Namun, selebihnya industri perbankan sangat menguntungkan masyarakat. 

Industri Jasa Keuangan Non-Bank

Jenis industri jasa keuangan yang kedua adalah industri non-bank. Industri non-bank juga melakukan kegiatan pengelolaan uang, namun sistem kerjanya tidak menerapkan sistem kerja bank. Industri satu ini banyak dijalankan oleh lembaga tertentu hingga perorangan. 

Contoh industri jasa keuangan non-bank antara lain terdiri dari lembaga asuransi, pengelolaan dana pensiun, lembaga pembiayaan, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan non-bank lainnya. Setiap contoh tersebut memiliki deskripsi masing-masing.

Contoh pengelolaan dana pension yaitu BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian, untuk lembaga keuangan mikro, contohnya yaitu koperasi simpan pinjam dan peminjaman uang oleh rentenir. Sedangkan lembaga pembiayaan, contohnya yaitu perusahaan modal ventura.

Kelebihan

Untuk industri keuangan non-bank, keunggulannya adalah prosesnya lebih mudah meskipun sama-sama memerlukan jaminan tertentu jika nasabah ingin meminjam uang. Namun, untuk berivestasi, industri keuangan non-bank sangat fleksibel sehingga nasabah lebih nyaman.

Kekurangan

Kekurangan dari industri non-bank adalah legalitasnya kurang jelas, terutama untuk perorangan seperti rentenir. Berbeda dengan koperasi yang sudah memiliki kelembagaan resmi dengan ketentuan yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

Satu hal lagi yang menjadi kelemahan industri perbankan yaitu tidak ada pengawasan resmi. Hal itulah yang membuat regulasinya kurang sesuai. Hal yang ditakutkan adalah ada penyelewengan dana yang tidak diketahui secara transparan. 

Industri Jasa Keuangan Pasar Modal

Contoh industri jasa keuangan yang terakhir adalah pasar modal. Pasar modal merupakan tempat untuk melakukan transaksi modal jangka panjang, dimana di dalam transaksi tersebut terdapat permintaan oleh penerbit surat berhara dan penawaran dari investor. 

Contoh pasar modal yaitu BEI (Bursa Efek Indonesia). Bursa efek berperan sebagai marketplace untuk jual beli saham dan modal. Industri jasa keuangan pasar modal ini harus memiliki kriteria mumpuni sebagai tempat transaksi.

Kelebihan 

Adanya pasar modal sangat bermanfaat untuk banyak aktivitas. Misalnya saja pasar modal dapat menyediakan pendanaan untuk sebuah perusahaan, dapat dijadikan sarana investasi secara umum, dan bisa dijadikan indikator perkembangan ekonomi nasional.

Kelemahan

Kelemahan industry ini adalah, belum menyentuh lapisan masyarakat dan ketidakstabilan kurs akibat pengaruh harga saham pada waktu tertentu. Selain itu, hasil investasi juga tidak selalu berujung untung, jadi nasabah harus pandai menganalisa market jika sudah masuk ke pasar modal. 

Dari penjelasan di atas, beberapa contoh industri jasa keuangan di atas sudah Anda ketahui perbedaanya, bukan? Dengan adanya industri jasa keuangan tersebut, diharapkan dapat mewujudkan kesejahteraan umum dan perekonomian nasional bisa bersaing secara global.