Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa yang Penting Dipahami

Siklus akuntansi di sebuah perusahaan memang tidak sama dan pasti memiliki beberapa perbedaan. Demikian juga dengan siklus akuntansi perusahaan jasa, tentu juga memiliki karakteristik tersendiri yang penting dipahami lebih lanjut.

Siklus akuntansi pada perusahaan jasa pada umumnya lebih sederhana dibandingkan dengan siklus akuntansi pada jenis perusahaan lainnya. Secara garis besar, siklus akuntansi pada perusahaan jasa adalah sebagai berikut. 

Identifikasi Dan Analisis Transaksi (Penggolongan)

Dalam pembuatan siklus akuntansi, hal pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi serta menganalisis transaksi yang terjadi. Pengidentifikasian transaksi ini memang tidak bisa dilakukan sembarangan, karena semua hal harus sesuai dengan bukti transaksi yang ada.

Identifikasi dan analisis transaksi yang dilakukan, selanjutnya akan dicatat pada jurnal. Oleh karena itu, identifikasi harus dilakukan dengan benar, karena akan berpengaruh pada posisi keuangan di perusahaan. Pada langkah ini, akuntan biasanya menggunakan rumus Aktiva = Kewajiban + Ekuitas.

Pencatatan Transaksi Ke Dalam Jurnal

Setelah semua kegiatan transaksi telah diiidentifikasi dan juga analisa, maka langkah selanjutnya adalah mencatat setiap transaksi ke dalam jurnal. Pencatatan pada jurnal ini harus dilakukan secara detail, lengkap dengan catatan kronologis dari setiap transaksi.

Pencatatan Transaksi Pada Buku Besar

Langkah dalam siklus akuntansi perusahaan jasa selanjutnya adalah mencatat atau memposting transaksi ke dalam buku besar. Dalam buku besar, pencatatan transaksi harus digolongkan berdasarkan jenis transaksi, tanggal, nomor, dan lain sebagainya.

Penggolongan pencatatan transaksi tersebut akan memudahkan akuntan dalam menghitung besar saldo dari masing-masing akun. Dengan demikian akan mudah diketahui total saldo yang dimiliki baik dari buku besar kas, maupun saldo buku besar lainnya.

Penyusunan Neraca Saldo

Untuk mengetahui besar saldo rekening yang ada pada buku besar pada periode tertentu, bisa dilihat pada neraca sado. Langkah penyusunan neraca saldo, bisa dilakukan dengan memindahkan saldo yang terdapat pada buku besar, ke dalam neraca saldo.

Penyusunan Jurnal Dan Neraca Saldo Penyesuaian

Langkah yang harus dilakukan dalam siklus akuntansi perusahaan jasa selanjutnya adalah melakukan penyusunan jurnal dan neraca saldo penyesuaian. Penyusunan ini dilakukan secara periodik, yaitu pada saat akan dilakukan laporan dari seluruh kegiatan transaksi yang terjadi.

Pembuatan jurnal dan neraca penyesuaian ini biasanya dilakukan apabila ada beberapa transaksi yang belum tercatat. Solusinya adalah dengan membuat neraca saldo kedua, untuk memastikan saldo antara aktiva dan pasiva sudah sama atau seimbang.

Penyusunan Neraca Lajur

Penyusunan Neraca Lajur ini dilakukan untuk membuat laporan laba-rugi dan juga neraca. Penyusunan neraca lajur ini bisa dilakukan dengan mudah apabila pembuatan neraca saldo dan jurnal penyesuaian sudah dilakukan dengan benar tanpa ada kesalahan.

Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Menyusun laporan keuangan adalah langkah selanjutnya dalam siklus akuntansi. Langkah ini bisa dilakukan dengan mengacu pada neraca saldo yang sudah dibuat dan juga setelah dilakukan penyesuaian. 

Laporan keuangan yang dibuat pada tahap ini biasanya berisi laporan rugi-laba dan laporan perubahan modal. Selain itu, laporan keuangan juga berisi neraca dan laporan arus kas yang terjadi pada periode yang sedang berjalan.

Penyusunan Jurnal Penutup

Penyusunan jurnal penutup hanya dilakukan pada akhir periode akuntansi. Pada langkah ini dilakukan penutupan rekening laba-rugi dengan cara membuat nihil rekening tersebut. Penutupan dilakukan karena rekening tersebut digunakan untuk mengukur aktivitas yang terjadi pada periode tersebut.

Jurnal Pembalik

Setelah dilakukan penutupan akun, pada tahap ini akan dilakukan pembalikan akun yang bertujuan untuk mengembalikan saldonya. Akun yang mengalami pembalikan adalah akun yang sudah dilakukan pembayaran di muka dan belum jatuh tempo.

Neraca Akhir Atau Awal (Setelah Penutupan)

Langkah ini adalah langkah akhir dari siklus akuntansi yang terjadi pada perusahaan jasa. Langkah ini disebut neraca akhir, karena merupakan akhir dari sebuah periode. Tetapi bisa juga disebut neraca awal, karena akan digunakan sebagai neraca pada siklus akuntansi selanjutnya.

Siklus akuntansi perusahaan jasa bisa berbeda sesuai kebutuhan pada perusahaan jasa tersebut. Namun demikian, secara umum, siklus akuntansi yang terjadi tidak berbeda jauh antara perusahaan jasa yang satu dengan perusahaan jasa lainnya.